Aku akan memberikan sekilas gambaran di camp Chevron yang sekarang aku tinggalin ini guys, tepatnya di Minas di salah satu area Chevron. Area Chevron di Sumatera (SMO) meliputi Rumbai, Minas, Duri, Dumai. Aku pindah ke camp Chevron ini belum lama ya kira-kira baru sebulan yang lalu. Pertama kali masuk area camp yang terlintas di pikiranku adalah wow bersih, rapi, teratur, taat lalu lintas, banyak pohon atau hutan yang masih ada di area camp, rumputnya rapi banget, wes pokoknya kaya ada di area perumahan elit yang tertata rapi. So guys pertama kali menginjakkan kaki disini langsung betah, gimana ga betah guys..aku bisa sepedaan ke kanan kekiri kedepan kebelakang tanpa takut banyak kendaraan seperti di Jakarta...hehhee....dan hebatnya disini orang-orang pada patuh dan taat sama lalu lintas..salut banget deh, bahkan misuaku yang suka mengemudi ugal-ugalan layaknya supir angkot bisa berubah jadi sekalem ini, bisa bayangin ga guys aku aja ampe terlontar kata-kata ke misua : haaai...sejak kapan dirimu jadi kalem seperti ini nyupirnya...hanya tertawa ngakak aja jawabnya. Syukur alhamdulillah bisa merubah kebiasaan karena peraturan..thanks Chevron. Scara aku orang HSE jadi support banget 100% sama peraturan di camp sini. Peraturan lalu lintas disini tidak ada lampu merah seperti dijalanan hanya ada palang bertuliskan Stop di setiap perempatan, pertigaan, tikungan kanan, tikungan kiri, jalan memotong antara jalan chevron dan jalan umum daerah. Untuk orang baru yang biasa nyupir ugal-ugalan di Jakarta pasti bingung deh, harus perlu pendampingan biar di contohin dulu. Lalu lintas disini ga main srobot, slonong dan ugal-ugalan guys, ga ada yang harus dulu-duluan, semua saling menghormati karena taruhannya badge Chevron...hehhe..mau ga mau nurut kan akhirnya daripada ga naik gaji, naik pangkat atau dapat bonus..hehehehe. Setiap ada palang yang bertuliskan "Stop" para pengemudi harus berhenti sesaat tengok kanan kiri depan belakang, jika tak ada kendaraan langsung aja lewat setelah berhenti sesaat tadi, jika ada kendaraan yang lurus harus didahulukan padahal masih jauuh banget, kalo di Jakarta sie bodo amat masih jauh juga nylonong ajah..hehehe. Aku guys pertama kali naik motor di camp ini masuk parkiran di Messhall sempet salah masuk karena ga liat tanda abies gelap malam-malam, untungnya ga di tilang..fiuuh...cuman ya gitu diliatin sama mata orang banyak dan di klakson sama boil-boil yang mau keluar...karena malu aku keliatan cupu ajah...hihihihi. Karena aku baru stay di camp ini secara orang baru maka kebiasaanku adalah mengexplore habis-habisan semua tempat untuk di foto-foto pake bebe.Berikut foto-fotonya guys :
Lebaran kali ini sangat-sangatlah berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya, karena aku sudah menikah dengan anak orang yang bernama Tuanku Heru Saputro, ST hehe....jadi lebaran kali ini penuh dengan perjalanan yang melelahkan demi bertemu dengan orangtua dan mertua juga para kakak ipar...Kalau dahulu perjalanan cuman mentok di Bobotsari, Purbalingga, Jateng, sekarang mentok di Mojokerto, Jatim. Perjalanan pertama dari ujung kulon menuju ujung timur dalam 6 hari berturut-turut.
Rabu, 8 September 2010
Hari Senin yang lalu aku udah ke terminal lebak bulus, tapi kata si bapak penjual tiket, tiket boleh di beli pas hari H pulang kampung atau hari H-1 pulkam. Terpaksa dengan kecewa pulang dengan tangan kosong. Hari Rabu siang pukul 12.00 (waktu istirahat siang) aku kembali lagi ke terminal Lebak Bulus untuk membeli tiket bus Lorena (bus langganan). Setelah bertanya-tanya ternyata bus Lorena yang jadwal malem 19.30 ternyata sudah penuh, karena itu aku ditawari jadwal berangkat untuk pukul 16.00. Haiyah.....kaget bin ajaib...lha wong belum packing suruh berangkat jam 4 sore. Tapi apa boleh buat demi kampung halaman yang tercinta dan suami yang tercinta yang sudah menunggu di Bobotsari (suit-suit) akhirnya okelah kalo begitu.Aku dapat tiket Lorena jurusan Lebak Bulus - Bobotsari seharga 180.000 rupiah (naek 3x nya, ampun dach). Akhirnya jam 15.30 aku keluar kantor menuju kostan dan langsung cabut ke Lebak Bulus.Tapi angkot-angkot herannya pada kemana ga nongol-nongol, akhirnya karena hujan deras terpaksa nyegat taksi, eh giliran udah masuk taksi tuh angkot nongol dibelakang dan wuz....wuz...kenceng..parah-parah-parah ternyata macet jalan ke terminal. ampun-ampunan dech. dan yang lebih parahnya lagi angkot yang barusan muncul tadi udah melesat bagai kilat cekatan banget dibanding sopir taksi yang lelet bin ajaib.aku perkirakan tu angkot udah nyampe lebak bulus duluan pastinya. Tapi yach gimana lagi udah terlanjur. Argo taksi menunjukkan ke harga 22500...normalnya 10rb rupiah..pasti karena macet itulah yang jadi mahal, macet rejekinya taksi.
Setelah nyampai Lebak Bulus ternyata bus ku ngetem lamaaaaaaaaaaaaaaa banget dari jadwal pukul 16.00 baru berangkat pukul 20.00, parah banget ga sich..Alhasil berangkat juga treng-treng...tapi...perjalanan ternyata menempuh lamaaaaaaaaaaaa banget...H-2 lebaran adalah puncak-puncaknya orang mudik.Jalur macem Cikampek, Tol Kanci, Losari, Pasar Tumpah, Bumiayu...pokoknya setiap melewati palang kereta api, lampu merah, pasar atau tempat-tempat hiburan nan ramai pastinya maceeeeeeeeetttttttt total...
Kamis, 9 September 2010
Sore hari pukul 16.30 aku nyampe rumah dengan naek becak seharga 5rb rupiah saja. Pegel minta ampun, gimana gak pegel, perjalanan normal itu 10 jam tapi yang ini hampir 24 jam.Gak lagi-lagi pulang kampung mepet-mepet lebaran kayak gini, mending cuti yang lama.
Setelah mandi dan dandan mas Heru beli kembang api banyak banget. Kembang api yang bisa meledak di udara. Aku, mba iin, atri, iyan, fadil, nisa, mas slamet, mas heru, ibuku semalaman maen kembang api..wach bagus banget lah..
Jumat, 10 September 2010
Pagi-pagi buta orang-orang udah teriak bangun-bangun-bangun, mandi-mandi-mandi...maklum kan mau sholat ied..gedubrak gedubrak pada rebutan kamar mandi dech...akhirnya pukul 07.30 kita semua go to masjid Darunnajah.
Setelah solat ied kita semua bersalam-salaman, tidak lupa sungkem ke ibu (orang tua tinggal 1). Inilah saat yang di tunggu-tunggu : makan kupat + opor..uenak sekale..
Sabtu, 11 September 2010
Setelah selesai roadshow di bobotsari kini giliran roadshow di rumah mertua. Rumah mertua ada dua satu di mojokerto satunya di madiun. Karena mertua ada di madiun maka dari itulah kita pesen tiket kereta jurusan madiun. Tapi...ternyata habis semua, tinggal 1 tiket kereta, tapi okelah kalo begitu beli 2 tiket : 1 tiket duduk, 1 tiket eksekutif berdiri (berdiri aja ada eksekutifnya, hahahah...paraaaah..). Akhirnya kita sudah menggennggam 2 tiket kereta api eksekutif "Gajayana" seharga 630.000 dengan masing-masing orang 315.000. Karena cuma 1 tempat duduk, maka aku yang disuruh duduk di kereta itu, suamiku duduk di reservasi sambil karaoke ria.
Minggu, 12 September 2010
Pagi hari pukul 05.00 kita sudah nyampai di stasiun KA Madiun, dengan naek taksi seharga 25rb kita meluncur ke rumah mertua. Setelah nyampai biasalah acara ritual lebaran bersungkem-sungkem ria.
Belum sempat menyentuh air, mertua udah menyuruh kita berangkat lagi..ampuuuunnn dach...akhirnya berangkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttt ke Mojokerto. Pukul 12.00 kita semua sudah nyampe di Mojokerto, karena macet jadi lamaaaaaaaaa banget nyampenya. Di rumah Mojokerto acara ritual lebaran juga di mulai dengan bersalam-salaman dengan kakak ipar. Mandi sebentar, pakai baju sambil di suapin makanan ma suami (karena mepet ga sempat lama-lama), akhirnya berangkat lagi ke Surabaya bersama rombongan kakak ipar untuk halal bihalal keluarga besar. kita nyampai di surabaya pukul 13.30.
Malamnya kita balik lagi ke Mojokerto, setelahnya tidur pulaaaaaaaaaaaaaaaassssssssssssssss........capek.
Senin, 13 September 2010
Kita ke tempat mbah dan mba dewi (di kemlagi), mba dewi lagi sakit dan aku juga ga sempat ketemu jadi kita tengokin dia. Kita disana sampai malem, karaoke ria. Setelah itu kita mampir mall kecil Sultan Keraton Mojopahit beli celana panjangku seharga 156rb dan meneruskan perjalanan pulang kerumah.
Selasa, 14 September 2010
Hari ini giliran silaturahmi ke tempat bu de...sore hari kita berdua mulai packing-packing untuk cabut ke tempat masing-masing (jepara dan jakarta)
Pukul 17.00 kita berangkat dari mojokerto diantar mas heri ke bandara Juanda. Sebelumnya kita beli onde-onde bo liem yang terkenal sebagai oleh-oleh..
pukul 18.30 kita sampai di bandara, dan aku langsung check in dan bayar boarding 30.000.
Sambil menunggu kita bersantai ria di LA Cafe minum kopi. Pukul 19.30 aku mulai tunggu di waiting room dan ternyata pesawat delay 1 jam.
Pukul 20.20 penumpang mulai masuk ke pesawat dan pukul 21.00 pesawat mulai terbang. Sampai di jakarta - cengkareng pukul 22.00 (kalo gak salah), aku menunggu bus Damri lamaaaaaaaaaa banget..akhirnya taksi jadi pilihan terakhir.
Pukul 24.00 aku udah nyampe rumah dan langsung tidur..*cape mode on..
Huffff...berakhir sudah acara roadshownya..jakarta - bobotsari - madiun - mojokerto - surabaya - jakarta
dan ini tidak akan berakhir begitu saja, karena akan ada petualangan-petualangan untuk lebaran tahun depan, karena aku sudah punya keluarga di jawa timur.
